![]() |
| Sumber : wisebread.killeracesmedia.netdna-cdn.com |
1. Berapa gaji yang akan saya dapatkan?
Pertanyaan ini tidak layak untuk anda pertanyakan saat wawancara kerja, karena jika anda bertanya mengenai gaji akan membuat pihak perusahaan kesal. Memang betul tujuan bekerja adalah mendapatkan gaji, tetapi saat wawancara kerja jangan membahas soal ini terlebih dahulu kecuali jika pihak perusahaan yang menanyakan terlebih dahulu.
2. Apa yang akan saya dapatkan saat bekerja disini?
Walaupun pihak interviewer memberikan tanda ketertarikan pada anda untuk lolos seleksi kerja, bukan berarti anda dapat menanyakan hal ini. Berada di tahap wawancara juga bukan berarti anda sudah dapat menempati posisi di perusahaan.
3. Berapa lama jam kerja?
Memberikan pertanyaan lamanya jam kerja memang kelihatannya wajar, namun hanya akan membuat pihak perusahaan tidak berpikir panjang untuk meloloskan anda di tahap ini.
4. Berapa hari libur yang akan saya dapatkan?
Menurut Cathleen Faerber, seorang managing director The Wellesley Group sebaiknya anda menyimpan pertanyaan ini pada saat awal wawancara kerja. Dengan mengajukan pertanyaan ini, seolah-olah anda lebih tertarik dengan waktu liburan daripada bekerja. Berbeda halnya, jika anda mengajukan pertanyaan ini saat tawaran bekerja anda telah diperpanjang ( saat perpanjangan masa kontrak atau selesai masa training ).
5. Perusahaan ini bergerak di bidang apa?
Pertanyaan ini tidak sebaiknya anda tanyakan saat melakukan wawancara kerja. Dengan bertanya hal ini, menunjukkan seolah-olah anda tidak mempunyai inisiatif atau keinginan untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu. Seperti yang telah dibahas sebelumnya ( Baca : DENGAN MELAKUKAN PERSIAPAN INI, LIHAT KAMU AKAN MENDAPATKAN PEKERJAAN YANG TEPAT! ), sebelum anda melamar kerja di suatu perusahaan carilah lebih dahulu informasi-informasi yang berkaitan dengan perusahaan tersebut, dengan begitu anda akan terlihat benar-benar serius melamar pada perusahaan tersebut.
Mencari tahu mengenai perusahaan memang penting, namun ada baiknya anda mengenal hal-hal apa yang menurut anda baik untuk ditanyakan atau tidak. Jangan sampai hanya karena ingin berbasa-basi atau iseng bertanya malah membuat perusahaan mundur dalam merekrut anda.
